Puasa Bulan Syaban: Keutamaan, Hikmah, Tata Cara

Puasa Bulan Syaban: Keutamaan, Hikmah, Tata Cara

Salah satu puasa sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim adalah puasa sunnah bulan syaban. Puasa Sya’ban merupakan puasa yang dilaksanakan pada saat bulat sya’ban dan hukumnya sunnah. Untuk puasa syaban sendiri, biasanya akan dilaksanakan selama berlangsungnya bulan syaban. Namun terdapat beberapa hari yang memiliki pahala yang cukup besar yakni di hari Ayyamul Bidh.

 

Puasa Bulan Syaban, Keutamaan, Hikmah, Tata Cara

Jadwal Puasa Syaban

Puasa Ayyamul Bidh pada bulan Syaban 1443 Hijriah yang jatuhnya pada bulan maret tahun 2022 yang dikerjakan pada tanggal 16, 17 dan 18 Maret 2022. Pada hari tersebut juga terdapat malam nisfu syaban yang memiliki pahala yang berlimpah. 

 

Hikmah dari Puasa Syaban

Hikmah yang diperoleh dari menjalankan puasa syaban pada bulan syaban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia sebab terjepit antara dua bulan yang mulia yakni bulan rajab dan bulan ramadhan, sehingga disunnahkan puasa syaban agar tidak alali.

 

Keutamaan Puasa Syaban

Selain daripada itu, bulan syaban menjadi bulan laporan amal tahunan manusia kepada Allah SWT, sehingga disunnahkan untuk melaksanakan puasa Syaban agar ketika laporan tahunan tersebut orang dalam keadaan berpuasa.

Keutamaan dari menjalankan puasa syaban juga telah disebutkan di dalam hadis, yang dikatakan Syekh Nawawi al-Bantani bahwa ada keutamaan yang didapatkan ketika berpuasa Sunnah syaban. 

“Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Syaban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat.” 

 

Tata Cara Puasa Sya’ban

Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, [Bairut, Dârul Fikr], h. 197). Tata Cara Puasa Syaban 

  • Pertama, niat di hati. Niat puasa baik dilakukan dengan niat puasa mutlak. 
  • Kedua, makan sahur. Lebih utama makan sahur dilakukan menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak. 
  • Ketiga, melaksanakan puasa dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan, seperti makan, minum dan semisalnya. 
  • Keempat, lebih menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa. 
  • Kelima, segera berbuka puasa saat tiba waktu maghrib. Niat Puasa Syaban “Nawaitu shauma sya’bana lilahi ta’ala”. Artinya, “Saya niat puasa Sya’ban karena Allah ta’ala.

 

Hadits Keutamaan Bulan Syaban

Puasa Syaban

Bulan Syaban menjadi bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah dan bahkan hampir berpuasa penuh kecuali satu atau dua hari di akhir bulan.

Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah RA berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).

Sementara itu dalam riwayat lainnya, Aisyah RA juga berkata, “Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649).

 

Malam Nisfu Syaban

Malam Nisfu Syaban merupakan malam pergantian catatan amalan setiap tahunnya oleh malaikat dan diserahkan kepada Allah SWT. Nisfu Syaban terjadi pada pertengahan bulan atau yang bertepatan pada tanggal 15 Syaban.

Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak amalan ibadah pada Nisfu Syaban. Hal ini sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang berbunyi:

“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *