Niat Mandi Besar Dan Langkah Langkahnya?

Niat Mandi Besar Dan Langkah Langkahnya?

Mandi besar, mandi bersih atau mandi junub merupakan cara yang diajarkan dalam Islam untuk mensucikan diri atas hadas besar. Ada berbagai kondisi yang menyebabkan timbulnya hadas besar di dalam tubuh antara lain seperti

  1. Keluar darah bagi perempuan, berupa haid (darah yang keluar setiap bulan), nifas (darah yang keluar setelah melahirkan), maupun wiladah (darah yang keluar ketika melahirkan)
  2. Keluar air mani, baik disebabkan karena mimpi basah atau sebab lain
  3. Hubungan suami istri (Jima’), baik yang keluar mani atau pun tidak. Sebagaimana sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,

Artinya: “Bila seorang lelaki duduk di antara empat potongan tubuh wanita (dua tangan dan dua kaki) dan tempat khitan (laki-laki) bertemu tempat khitan (wanita) maka sungguh wajib mandi meskipun tidak keluar mani,” (HR Muslim).

  1. Meninggal dunia. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi sebagai berikut,

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang meninggal karena terjatuh dari kendaraannya, mandikanlah dengan air dan bidara dan kafanilah dua kainnya,” (HR Bukhari dan Muslim).

Bagi setiap orang yang berada pada kondisi tersebut wajib baginya untuk melakukan mandi besar atau mandi junub.

 

Niat Mandi Besar Dan Langkah Langkahnya

Niat Doa Mandi Junub atau Wajib

 “BISMILLAHIRAHMANIRAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA.” 

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala.” 

Jika hadas besar pada perempuan disebabkan oleh keluarnya darah dari organ intim setelah melahirkan atau nifas, maka doa niat mandi junub yang harus dibaca adalah sebagai berikut: 

“BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA’ALA.” 

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.”

 

Langkah Langkah Mandi Junub

Setelah mengucapkan niat dari mandi junub, maka mandi sudah dapat dilanjutkan dengan beberapa langkah dan cara berikut.

 

1. Mencuci kedua tangan

Setelah membaca niat dan doa mandi junub dalam hati, mulailah dengan mencuci kedua tangan tiga kali seperti berwudhu. Tujuannya tentu membersihkan diri dari najis.

 

2. Membersihkan bagian intim

Bersihkan bagian intim yang dianggap ‘kotor’, baik setelah haid, nifas, maupun usai berhubungan seks.

 

3. Cuci tangan kembali

Usai membersihkan bagian intim maka basuh tangan kembali menggunakan sabun agar memastikannya sudah benar-benar bersih.

 

4. Lakukan gerakan wudhu

Bersihkan tubuh seperti hendak berwudhu, mulai dari membasuh tangan, kepala, sampai kaki. Lakukan masing-masing sebanyak tiga kali.

 

5. Basahi kepala

Siram kepala dengan air sebanyak tiga kali hingga ke pangkal rambut. Pastikan semuanya tersiram air dan gunakan shampo agar semakin bersih. 

Untuk wanita sunah hukumnya memisah-misahkan rambut dengan jari-jari tangan. Menyela-nyela rambut dengan jari tangan wajib dilakukan pria.

 

6. Basahi seluruh tubuh

Basahi seluruh tubuh dengan air mulai dari sisi kanan terlebih dahulu. Kemudian lanjut sisi yang kiri setelah kanan selesai.

Apakah Perempuan Juga Mandi Junub?

Apakah Perempuan Juga Mandi Junub?

Mandi junub merupakan cara yang diajarkan Islam untuk membersihkan diri dari hadas besar. Baik perempuan maupun laki laki diwajibkan untuk mandi junub apabila di tubuh mereka terdapat hadas besar. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang tersebut terkena hadas besar salah satunya yakni

 

Cara Mandi Junub perempuan

Hal pertama yang perlu untuk diketahui terkait mandi junub yakni niatnya. Adapun niat dari mandi junub untuk perempuan yakni

1. Niat Mandi Junub yang Benar Bagi Perempuan Setelah Haid

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi Ta’aala.

Artinya:

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

 

2. Niat Mandi Junub yang Benar Bagi Perempuan Setelah Nifas

Sedikit perbedaan untuk niat mandi junub yang benar bagi perempuan setelah nifas

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi Ta’aala.

Artinya:

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.”

 

3. Niat Mandi Junub yang Benar Bagi Perempuan Setelah Berhubungan Seks

Kemudian ini dia niat mandi junub yang benar bagi perempuan setelah berhubungan seks. Niat mandi junub yang satu ini bersifat umum sehingga bisa dibaca oleh laki-laki yang akan menyucikan diri setelah berhubungan badan atau keluar air mani.

Nawaitul ghusla liraf ‘il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala.

Artinya:

“Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardhu kerena Allah Ta’ala.”

 

Langkah Langkah Mandi Junub

  1. Membaca niat mandi junub. 
  2. Membasuh tangan kanan dan kiri sebanyak tiga kali. 
  3. Membersihkan kemaluan dan bagian lain yang dianggap kotor, seperti dubur, ketiak, pusar, hingga sela jari kaki menggunakan tangan kiri. 
  4. Mencuci kembali kedua tangan agar terhindar dari najis. 
  5. Berwudu. 
  6. Membasuh rambut dan kepala dengan sela-sela jari yang basah. 
  7. Mengguyur kepala sebanyak tiga kali secara menyeluruh di bagian kepala dan kulit kepala. 
  8. Menyiram tubuh secara merata dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari bagian kanan lalu dilanjutkan ke bagian kiri.

 

Hukum Mandi Junub

Mandi junub hukumnya adalah wajib bagi siapa yang telah terkena hadas besar. Adapun hadis yang menerangkan wajibnya mandi junub yakni.

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al-Maidah ayat 6: “Idza qumtum ila as-shalati fa-ghsiluu wujuhakum wa aydiyakum ilal-maraafiq wa-msahuu bi-ru-usikum wa arjulakum ilal-ka’baini. Wa in kuntum junuban fattaharuu,”. Yang artinya: “Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah,”.

Kemudian dalam Surah An-Nisa ayat 43, Allah juga berfiman: “Wa laa junuban illa aabiri sabilin,”. Yang artinya: “(Jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja,”.

Bagaimana Cara Mandi Junub Untuk Wanita?

Bagaimana Cara Mandi Junub Untuk Wanita?

Baik bagi seorang wanita maupun laki laki diwajibkan bagi mereka untuk membersihkan diri dari hadas sebelum akan melaksanakan ibadah. Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan timbulnya hadas pada tubuh seorang wanita yang wajib untuk dibersihkan dengan mandi junub seperti misalnya haid, nifas dan berhubungan suami istri.

Hal pertama yang perlu kita ketahui sebelum mandi junub yakni niat. Niat mandi junub untuk seorang perempuan pun berbeda beda, yang disesuaikan berdasarkan dengan faktor penyebab dari timbulnya hadas besar pada tubuh.

 

Tata cara dan Niat Mandi Junub yang Benar Bagi Perempuan

Adapun beberapa niat mandi junub yang dapat diucapkan ketika akan membersihkan diri dari hadas besar. Berikut beberapa diantaranya.

 

1. Niat Mandi Junub yang Benar Bagi Perempuan Setelah Haid

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi Ta’aala.

Artinya:

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

 

2. Niat Mandi Junub yang Benar Bagi Perempuan Setelah Nifas

Sedikit perbedaan untuk niat mandi junub yang benar bagi perempuan setelah nifas

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi Ta’aala.

Artinya:

“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.”

 

3. Niat Mandi Junub yang Benar Bagi Perempuan Setelah Berhubungan Seks

Kemudian ini dia niat mandi junub yang benar bagi perempuan setelah berhubungan seks. Niat mandi junub yang satu ini bersifat umum sehingga bisa dibaca oleh laki-laki yang akan menyucikan diri setelah berhubungan badan atau keluar air mani.

Nawaitul ghusla liraf ‘il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala.

Artinya:

“Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardhu kerena Allah Ta’ala.”

Setelah membaca niat mandi junub yang benar bagi perempuan, kemudian lanjutkan dengan melaksanakan tata caranya. Dimulai dengan membaca niat mandi junub yang benar bagi perempuan kemudian membasuh tangan, kepala, hingga menyiram seluruh badan.

 

Langkah Langkah Mandi Junub

Setelah mengucapkan niat dari mandi junub, maka mandi sudah dapat dilanjutkan dengan beberapa langkah dan cara berikut.

 

1. Mencuci kedua tangan

Setelah membaca niat dan doa mandi junub dalam hati, mulailah dengan mencuci kedua tangan tiga kali seperti berwudhu. Tujuannya tentu membersihkan diri dari najis.

 

2. Membersihkan bagian intim

Bersihkan bagian intim yang dianggap ‘kotor’, baik setelah haid, nifas, maupun usai berhubungan seks.

 

3. Cuci tangan kembali

Usai membersihkan bagian intim maka basuh tangan kembali menggunakan sabun agar memastikannya sudah benar-benar bersih.

 

4. Lakukan gerakan wudhu

Bersihkan tubuh seperti hendak berwudhu, mulai dari membasuh tangan, kepala, sampai kaki. Lakukan masing-masing sebanyak tiga kali.

 

5. Basahi kepala

Siram kepala dengan air sebanyak tiga kali hingga ke pangkal rambut. Pastikan semuanya tersiram air dan gunakan shampo agar semakin bersih.

Untuk wanita sunah hukumnya memisah-misahkan rambut dengan jari-jari tangan. Menyela-nyela rambut dengan jari tangan wajib dilakukan pria.

 

6. Basahi seluruh tubuh

Basahi seluruh tubuh dengan air mulai dari sisi kanan terlebih dahulu. Kemudian lanjut sisi yang kiri setelah kanan selesai.

Mandi Junub Adalah

Mandi Junub Adalah

Salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai umat Muslim sebelum melaksanakan ibadah adalah mensucikan diri dari hadas. Dalam Islam, hadas terbagi menjadi 2 yakni hadas besar dan hadas kecil.

Hadas kecil

Hadas kecil merupakan hadas yang dapat dibersihkan dengan cara berwudhu. Adapun beberapa hal yang menyebabkan timbulnya hadas kecil antara lain seperti

  1. Keluar sesuatu dari dua lubang yaitu qubul dan dubur
  2. Bersentuhan langsung antara kulit laki-laki dan kulit perempuan yang sudah baligh dan bukan mahramnya
  3. Menyentuh kemaluan, baik kemaluan sendiri maupun kemaluan orang lain dengan telapak tangan atau jari. Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai hal ini,

Artinya: Dari Busrah bin Shafwan RA, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersada: “Siapa yang menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudhu,” (HR Lima Ahli Hadis).

  1. Hilang kesadaran, seperti tidur nyenyak, gila, pingsan, atau mabuk. Rasulullah SAW bersabda,

Artinya: “Telah diangkat pena dari tiga perkara yaitu dari anak-anak sehingga ia dewasa (baligh), dari orang tidur sehingga ia bangun, dan dari orang gila sehingga ia sehat kembali,” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

 

Hadas besar

Sedangkan hadas besar merupakan hadas yang dibersihakn dengan cara mandi bersih atau mandi junub. Ada beberapa hal yang tergolong ke dalam hadas besar yakni.

1. Keluar darah bagi perempuan, berupa haid (darah yang keluar setiap bulan), nifas (darah yang keluar setelah melahirkan), maupun wiladah (darah yang keluar ketika melahirkan)

2. Keluar air mani, baik disebabkan karena mimpi basah atau sebab lain

3. Hubungan suami istri (Jima’), baik yang keluar mani atau pun tidak. Sebagaimana sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,

Artinya: “Bila seorang lelaki duduk di antara empat potongan tubuh wanita (dua tangan dan dua kaki) dan tempat khitan (laki-laki) bertemu tempat khitan (wanita) maka sungguh wajib mandi meskipun tidak keluar mani,” (HR Muslim).

4. Meninggal dunia. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi sebagai berikut,

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang meninggal karena terjatuh dari kendaraannya, mandikanlah dengan air dan bidara dan kafanilah dua kainnya,” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Mandi Junub

Mandi junub merupakan cara yang diajarkan dalam Islam untuk membersihkan diri dari hadas. Mandi junub sendiri berbeda dengan mandi pada umumnya. Mandi junub harus dilakukan dengan cara yang telah diatur dalam Islam. Adapun caranya sebagai berikut.

Tata Cara Mandi Junub

Adapun langkah atau proses mandi junub. Simak sebagai berikut.

Niat

Doa niat inilah yang membedakan mandi wajib dan mandi biasa. Cara membaca doa niat mandi wajib ini bisa dalam hati atau bersuara.  

 

Cuci Tangan Sampai Bersih Setidaknya Tiga Kali 

Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi menggunakan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain–lain.  

 

Mengulangi Mencuci Kedua Tangan

Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Caranya, mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air langsung atau dicuci dengan sabun baru dibilas.  

 

Berwudhu

Setelah itu berwudhu seperti tata cara wudhu saat akan melakukan shalat.  Baca juga: Ini Keutamaan Doa Setelah Wudhu  

 

Menyela Pangkal

Menyela pangkal rambut dengan jari-jari yang sudah dicelup ke air sampai menyentuh bagian kulit kepala.  

 

Membasahi Kepala 

Membasahi kepala dengan mengguyurnya tiga kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air. 

 

Membasahi Tubuh Secara Merata

Setelah itu membasahi tubuh secara merata dengan mengguyurkan dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.  

Pastikan untuk membersihkan seluruh area lipatan kulit atau area mana saja dari tubuh yang tersembunyi pada saat melaksanakan mandi junub.

Catat, Ini Niat dan Tata Cara Mandi Junub yang Baik dan Benar

Catat, Ini Niat dan Tata Cara Mandi Junub yang Baik dan Benar

Seorang Muslim wajib mengetahui mengenai hal yang dilarang dan dilarang oleh Allah SWT, salah satunya adalah tata cara mandi junub yang benar. Mandi junub sendiri merupakan salah satu cara yang dianjurkan dalam Islam untuk mensucikan diri dari hadas besar.

Ada berbagai kondisi yang menyebabkan kita terkena hadas besar, beberapa diantaranya

  • Keluar darah bagi perempuan, berupa haid (darah yang keluar setiap bulan), nifas (darah yang keluar setelah melahirkan), maupun wiladah (darah yang keluar ketika melahirkan)
  • Keluar air mani, baik disebabkan karena mimpi basah atau sebab lain
  • hubungan suami istri (Jima’), baik yang keluar mani atau pun tidak. Sebagaimana sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW,

“Bila seorang lelaki duduk di antara empat potongan tubuh wanita (dua tangan dan dua kaki) dan tempat khitan (laki-laki) bertemu tempat khitan (wanita) maka sungguh wajib mandi meskipun tidak keluar mani,” (HR Muslim).

  • Meninggal dunia. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi sebagai berikut,

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA, sesungguhnya Rasulullah SAW mengatakan tentang orang yang meninggal karena terjatuh dari kendaraannya, mandikanlah dengan udara dan bidara dan kafanilah dua kainnya,” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Perintah Allah untuk Mandi Junub

Allah SWT berfirman,

“Dan jika kamu junub, maka mandilah.” (QS. Al Maidah: 6)

Kemudian dalam surat lainnya Allah SWT juga menyuruh muslim mandi wajib jika dalam keadaan junub.

Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa’: 43)

 

Tata Cara Mandi Junub

Mandi wajib atau junub biasanya membersihkan diri seusai haid, nifas, dan bersyahwat. Berikut niat yang dibaca ketika akan mandi wajib setelah bersyahwat:

“BISMILLAHIRAHMANIRAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA.”

Artinya:”Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala.”

Jika hadas besar pada perempuan disebabkan karena keluarnya darah dari organ intim setelah melahirkan atau nifas, maka niat mandi wajib yang harus dibaca adalah sebagai berikut:

“BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA’ALA.”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.”

Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan tata cara mandi wajib atau junub yang sudah dijabarkan diatas baik laki-laki maupun perempuan. Berikut tata cara mandi wajib lengkap bagi pria dan wanita sesuai hadis Rasulullah SAW:

 

Langkah langkah mandi junub

Adapun langkah atau proses mandi junub. Simak sebagai berikut.

Niat

Doa niat inilah yang membedakan mandi wajib dan mandi biasa. Cara membaca doa niat mandi wajib ini bisa dalam hati atau bersuara.  

 

Cuci Tangan Sampai Bersih Setidaknya Tiga Kali 

Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi menggunakan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain–lain.  

 

Mengulangi Mencuci Kedua Tangan

Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Caranya, mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air langsung atau dicuci dengan sabun baru dibilas.  

 

Berwudhu

Setelah itu berwudhu seperti tata cara wudu saat akan melakukan salat.  Baca juga: Ini Keutamaan Doa Setelah Wudhu  

 

Menyela Pangkal

Menyela pangkal rambut dengan jari-jari yang sudah dicelup ke air sampai menyentuh bagian kulit kepala.  

 

Membasahi Kepala 

Membasahi kepala dengan mengguyurnya tiga kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air. 

 

Membasahi Tubuh Secara Merata

Setelah itu membasahi tubuh secara merata dengan mengguyurkan dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.  

Pastikan untuk membersihkan seluruh area kulit atau area mana saja dari tubuh yang tersembunyi pada saat melaksanakan mandi junub.

5 Kegiatan Mengundang Pahala di Bulan Ramadan

5 Kegiatan Mengundang Pahala di Bulan Ramadan

Bulan ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah. Bulan ramadhan merupakan  bulan yang istimewa bagi seorang Muslim. Selama bulan tersebut, amal kebaikan yang dilakukan akan  mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Maka tidak heran jika selama bulan ramadhan umat Muslim akan berlomba lomba untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka.

 

5 Kegiatan Mengundang Pahala di Bulan Ramadan

Setidaknya ada 5 amalan yang dapat dilakukan saat bulan ramadhan yang akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Berikut beberapa diantaranya.

 

1. Perbanyak Bersedekah atau Beramal

Sedeklah merupakan satu amalan yang snagat mulia di mata Allah, apalagi jika amalan kebaikan ini dilakukan saat bulan ramadhan maka pahala yang akan diperoleh berlipat ganda. Ada banyak keutamaan dari bersedekah dan berikut beberaoa diantaranya.

Balas Surga

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata, bersedekah makanan, baik, dan salat di kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946).

 

Keberkahan Rezeki

Memberi berkah pada harta adalah keutamaan sedekah 10 hari pertama di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya,” (HR Muslim).

Ini pun terlepas bagi laki-laki ataupun perempuan yang bersedekah. Yaitu terdapat pada hadis berikut:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah kredit yang baik,

Niscaya akan dilipatgandakan kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang,” (QS Al-Hadid: 18).

 

2. Mengerjakan Sunah

Meskipun sunnah bukan amalan atau ibadah yang wajib namun mengerjakan sunnah dapat menjadi amalan penolong di hari kelak. Sunnah juga bisa menjadi ibadah yang akan melengkapi ibadah yang kurang dan hal tersebut tertuang dalam hadis berikut.

“Sesungguhnya perkara pertama kali yang dihisab pada hari-hari dari amal seorang hamba adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika shalatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada suatu kekurangan pada shalat wajibnya, Allah Ta’ala berfirman, “Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki ibadah sunnah yang bisa menyempurnakan ibadah wajibnya yang kurang? ” Lalu setiap amal akan diperlakukan sama seperti itu.” (HR. Tirmidzi no. 413, An-Nasa’i no. 466, shahih)

 

3. Mencari Pengampunan

Bulan Ramadan merupakan salah satu sarana terbesar untuk memperkuat kadar keimanan setiap tahunnya. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mencari pengampunan dari Allah SWT.

Selain itu, waktu ini merupakan waktu yang tepat pula untuk bermaaf-maafan dengan keluarga, saudara, dan teman terdekat.

 

4. Perbanyak Berzikir dan Berdoa

Sebagai bulan yang suci, segala amalan ibadah yang dilaksnakan saat ramadhan menjadi sumber pahala yang berlipat ganda. Memperbanyak doa dan dzikir juga bisa menjadi amal ibadah yang akan mendatangkan banyak pahala.

Dengan berdzikir akan membuat kita selalu mengingat kebesaran Allah SWT dan begitupula sebaliknya jika kita mengingat Allah maka Allah juga akan senantiasa mengingat kita. Hal tersebut sesuai dalam Al Baqarah ayat 152 yang berbunyi

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”

 

5. Mengkhatamkan Alquran

Mungkin akan sangat sulit mengkhatamkan Alquran dalam jangka waktu satu bulan saja. Namun, Anda bisa memecahnya agar bisa lebih mudah. Cobalah membaca 4-5 halaman setelah melakukan setiap salat fardu. Pada akhir Ramadan, kamu pun akan berhasil mengkhatamkan Alquran.

Keutamaan dan Manfaat Dzikir dalam Alquran dan Hadits

Keutamaan dan Manfaat Dzikir dalam Alquran dan Hadits

Dzikir menjadi ibadah sunnah yang paling dianjurkan untuk dikerjakan setiap saat. Dzikir bisa menjadi amalan sunnah yang akan menolong kita di hari kelak atas kekurangan ibadah wajib yang tidak dapat ditunaikan. Hal ini tertuang di dalam 

Dzikir  merupakan ibadah sunnah yang paling dianjurkan untuk dikerjakan setiap saat. Di dalamnya mengandung banyak kebaikan dan keutamaan

 

Keutamaan dan Manfaat Dzikir dalam Alquran dan Hadits

Setidaknya ada 10 keutamaan dari berdzikir dan berikut beberapa diantaranya.

 

Berdzikir Dalam Sholat Memiliki Pahala Yang Besar

Selain itu dengan mengingat Allah SWT maka akan menghindari perbuatan keji dan munkar. Dalam surat Al Ankabut ayat 45.

Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 

 

Berdzikir Adalah Untuk Mengingat Allah

Maka ketika hamba-Nya mengingat Allah, maka janji Allah bahwa akan mengingat hamba-Nya tersebut. Dalam Al Baqarah ayat 152 disebutkan: 

 “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”

 

Allah Akan Mengampuni Orang Yang Berdzikir 

sebagaimana Allah mengampuni dosa Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Dalam As Shaffat ayat 143-144: 

 “Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir  (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari Berbangkit.”

 

Berdzikir Lebih Baik Dari Sedekah Dan Jihad Dalam Aspek Mengingat Allah SWT

Abu Ad Darda meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidakkah aku akan memberitahumu tentang tindakan terbaikmu, yang paling murni di hadapan Tuhanmu, yang menaikkan peringkatmu ke posisi tertinggi, yang lebih baik bagimu daripada menghabiskan emas dan perak, lebih baik daripada bertemu musuhmu sehingga kau menyerang di leher mereka dan mereka menyerang Anda? ‘Mereka menjawab, ‘Ya, memang’, lalu Nabi bersabda, Itu adalah mengingat Allah.” (HR At Tirmidzi) 

 

Dzikir  Dapat Menghidupkan Hati Dan Makanan Yang Tepat Untuk Jiwa

Abu Musa Al Asy’ari meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Persamaan seseorang yang mengingat Tuhannya dan seseorang yang tidak mengingatnya adalah seperti orang hidup dan mati.” (HR Al Bukhari)

 

Berdzikir Bisa Mendapatkan Seribu Kebaikan Dan Menghapus Keburukan

Dari Saad bin Abi Wawash RA, dia berkata, “Suatu saat kami bersama Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya, “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda, “Hendaklah dia membaca seratus tasbih (subhaanallaah), maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” (HR Muslim)

 

Dzikir Adalah Harta Surga

Dari Abu Musa Al Asy’ari, dia berkata, “Nabi, berkata kepadaku, “Maukah aku membimbingmu ke harta karun di antara harta surga?” Aku berkata, ‘Ya, wahai Rasulullah. Dia berkata, “Katakanlah: Tidak ada daya dan kekuatan selain Allah.” 

 

Membasahi Lidah Dengan Dzikir  Adalah Ibadah Yanh Ringan Namun Pahala Besar

Dari ‘Abdullah bin Busr RA bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu.” Beliau menjawab, “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berddzikir  kepada Allah.” (HR Tirmidzi).

 

Berdzikir  Adalah Cara Berdagang Dengan Allah

Riwayat Abu Dzar RA. ”Rasulullah SAW bersabda, ”Hendaklah masing-masingmu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka, tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)

 

Berdzikir  Adalah Sifat Orang Mukmin

Dalam Alquran surat An Nur ayat 36-38.

(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang.

orang yang tidak dilalaikan perdagangan dan jual-beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),

(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.”

Kegiatan yang Bisa Kurangi Pahala Puasa

Kegiatan yang Bisa Kurangi Pahala Puasa

Puasa merupakan salah satu bentuk ibadah umat Muslim. Puasa sendiri tidak hanya dilakukan saat bulan ramadhan saja namun puasa juga menjadi amal ibadah yang dapat dilakukan di bulan bulan atau harinya kecuali di hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti ketika idul fitri dan idul adha.

 

Kegiatan yang mengurangi pahala puasa

Pada dasarnya puasa merupakan ibadah yang dilakukan dengan cara menahan lapar dan haus. Namun selain dari itu, ada banyak hal yang patut dihindari agar pahala dari puasa tidak berkurang. berikut beberapa kegiatan yang dapat mengurangi pahala dari ibadah puasa.

 

Marah

Marah adalah salah satu hal yang dapat merusak amal pahala dari ibadah puasa. Artinya, jika kita marah marah ketika berpuasa maka pahala yang akan diperoleh menjadi berkurang. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa orang yang berpuasa hendaklah memiliki sifat lemah lembut dan berusaha menahan marah, juga tidak sampai bertengkar dengan lainnya.

 

Berbicara kotor

Ketika marah, seseorang mungkin juga melontarkan kata-kata kotor. Hal ini juga bisa mengurangi pahala puasa. Ini karena Rasulullah mengajarkan untuk tidak berkata kasar dan bertindak bodoh ketika sedang berpuasa. Ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:

“Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)

 

Berbohong

Kegiatan yang mengurangi pahala puasa selanjutnya adalah berbohong. Bohong atau dusta merupakan salah satu perbuatan yang dibenci Allah. Berbohong sangat merugikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itulah perbuatan berbohong juga akan mendapatkan banyak dosa. Allah tidak menghendaki puasa yang dilakukan oleh orang yang berbohong. Ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan,” (H.R. Bukhari).

 

Tidur sepanjang hari

Dalam islam tidur juga merupakan salah satu bentuk ibadah, namun jika tidur secara berlebihan maka amal pahala yang akan didapatkan ketika berpuasa akan menjadi berkurang. Tidur secara berlebihan saat berpuasa juga dapat membuat kita melewatkan waktu ibadah wajib sehingga pahala yang akan diperoleh menjadi berkurang. 

 

Tidak menjaga diri dari syahwat

Berpuasa juga sama saja menahan hawa nafsu dari syahwat. Orang yang berpuasa tapi justru mendekati syahwat, akan berkurang keberkahannya. 

 

Bergosip

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (QS Al-Hujurat).

 

Adu domba dan fitnah

Adu domba dan fitnah juga termasuk perbuatan yang tercela. Dalam surat Al-Baqarah ayat 191, Allah dengan tegas menyebutkan bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Fitnah termasuk pemicu kebencian. Melakukan adu domba dan fitah di bulan Ramadhan hanya membuat ibadah yang dilakukan sia-sia. Rasulullah bahkan menjamin orang yang melakukan adu domba tidak akan masuk surga.

Amal Ibadah yang Sangat Dianjurkan Pada Bulan Ramadhan

Amal Ibadah yang Sangat Dianjurkan Pada Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan merupakan bulan yang paling tepat untuk memperbanyak amal kebaikan, sebab selama bulan ramadhan, pahala dari setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan. Hal ini tertuang dalam sebuah hadis yang berbunyi “Dari Abi Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: ‘Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebajikan dilipatgandakan menjadi 10 sampai 700 kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku-lah yang membalasnya. Dia meninggalkan kesenangan sahwatnya dan makannya karena-Ku,” (HR Muslim).

 

Amal Ibadah Yang Sangat Dianjurkan Pada Bulan Ramadhan

Selain menjalankan ibadah puasa sebagai ibadah wajib dibulan ramadhan, ada pula beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama bulan ramadhan sebagai sumber pahala yang belripatganda. Berikut beberapa amalan tersebut.

 

1. Menyegerakan waktu berbuka

Amalan yang pertama yaitu, menyegerakan waktu berbuka dan tidak menunda-nunda. Saat azan Maghrib berkumandang, hendaklah kita segera membatalkan puasa.

Kemudian, Rasulullah SAW juga menyarankan untuk berbuka dengan kurma dan air putih. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan,” (HR Abu Dawud).

 

2. Perbanyak sedekah

Melakukan ibadah puasa merupakan amalan wajib di bulan Ramadan. Orang yang berpuasa ada baiknya memperbanyak sedekah.

Bersedekah bisa dengan menyumbangkan uang atau dengan memberi makanan dan minuman untuk berbuka. Allah SWT menjanjikan ganjaran pahala bagi orang yang melakukan amalan tersebut, sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR. Tirmidzi no. 807.)

 

3. Perbanyak membaca Al-Qur’an

Amalan di bulan Ramadan selanjutnya yaitu perbanyak baca Al-Qur’an. Dengan tadarus, kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an.

Semakin sering kita khatam di bulan suci Ramadan, maka semakin banyak ganjaran kebaikan dan pahala yang akan kita peroleh.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Tarmidzi, “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan”

 

4. Menjaga lisan

Menjaga lisan sangat diperlukan saat bulan Ramadan. Terlebih, lisan dapat menjadi senjata mematikan, maka dari itu berkatalah yang baik baik dan bermanfaat.

Saat berpuasa, menjaga lisan akan mencegah timbulnya dosa. Sebab, perkataan perkataan yang kurang baik dapat mengurangi pahala puasa.

 

5. Melaksanakan sahur

Sebelum berpuasa, hendaklah kita melaksanakan sahur. Sahur memiliki manfaat sebagai cadangan tenaga dalam melakukan aktivitas sehari hari saat puasa.

Sahur merupakan sunah pada bulan suci Ramadan. Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa terdapat banyak keberkahan dalam sahur.

“Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Itulah amalan- amalan di bulan Ramadan sesuai sunah rasul. Semoga dapat membantu detikers dalam meraih ridho dan rahmat Allah SWT di bulan yang suci ini.

Langkah Langkah Mandi Junub?

Langkah Langkah Mandi Junub?

Mandi junub merupakan cara yang diajarkan dalam Islam untuk mensucikan diri dari hadas besar. Mandi junub sendiri berbeda dengan mandi pada umumnya yang dimana mandi junub harus mengikuti cara atau langkah yang telah ditentukan dalam Islam. agar anda tidak salah terkait tata cara dari mandi junub, simak terus artikel ini hingga selesai.

 

Langkah Langkah Mandi Junub?

Sebelum anda melaksanakan atau melakukan mandi junub, hal pertama yang perlu anda kethaui yakni adalah niat dari mandi junub itu sendiri. Berikut niat dari mandi junub.

 

Niat Doa Mandi Junub atau Wajib

 “BISMILLAHIRAHMANIRAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA.” 

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala.” 

Jika hadas besar pada perempuan disebabkan oleh keluarnya darah dari organ intim setelah melahirkan atau nifas, maka doa niat mandi junub yang harus dibaca adalah sebagai berikut: 

“BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA’ALA.” 

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.”

 

Langkah Langkah Mandi Junub

Setelah mengucapkan niat dari mandi junub, maka mandi sudah dapat dilanjutkan dengan beberapa langkah dan cara berikut.

 

1. Mencuci kedua tangan

Setelah membaca niat dan doa mandi junub dalam hati, mulailah dengan mencuci kedua tangan tiga kali seperti berwudhu. Tujuannya tentu membersihkan diri dari najis.

 

2. Membersihkan bagian intim

Bersihkan bagian intim yang dianggap ‘kotor’, baik setelah haid, nifas, maupun usai berhubungan seks.

 

3. Cuci tangan kembali

Usai membersihkan bagian intim maka basuh tangan kembali menggunakan sabun agar memastikannya sudah benar-benar bersih.

 

4. Lakukan gerakan wudhu

Bersihkan tubuh seperti hendak berwudhu, mulai dari membasuh tangan, kepala, sampai kaki. Lakukan masing-masing sebanyak tiga kali.

 

5. Basahi kepala

Siram kepala dengan air sebanyak tiga kali hingga ke pangkal rambut. Pastikan semuanya tersiram air dan gunakan sampo agar semakin bersih.

Untuk wanita sunah hukumnya memisah-misahkan rambut dengan jari-jari tangan. Menyela-nyela rambut dengan jari tangan wajib dilakukan pria.

 

6. Basahi seluruh tubuh

Basahi seluruh tubuh dengan air mulai dari sisi kanan terlebih dahulu. Kemudian lanjut sisi yang kiri setelah kanan selesai.

 

Hukum Mandi Junub

Mandi junub hukumnya adalah wajib bagi siapa yang telah terkena hadas besar. Adapun hadis yang menerangkan wajibnya mandi junub yakni.

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al-Maidah ayat 6: “Idza qumtum ila as-shalati fa-ghsiluu wujuhakum wa aydiyakum ilal-maraafiq wa-msahuu bi-ru-usikum wa arjulakum ilal-ka’baini. Wa in kuntum junuban fattaharuu,”. Yang artinya: “Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah,”.

Kemudian dalam Surah An-Nisa ayat 43, Allah juga berfiman: “Wa laa junuban illa aabiri sabilin,”. Yang artinya: “(Jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja,”.