Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Qurban Nazar

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Qurban Nazar

Secara umum, Qurban terbagi menjadi 2 yakni qurban sunnah dan qurban nazar. Qurban sunnah sebagaimana pendapat dari jumhur ulama adalah ibadah kurban yang biasa dilakukan umat muslim pada saat Hari Raya Idul Adha.

Sementara qurban nazar, pada hakikatnya qurban sunnah yang dinazarkan sebelumnya. Misalnya jika seseorang meminjamkan akan menunaikan atau melaksanakan qurban di tahun depan apabila omset bisnisnya meningkat, maka apabila hal tersebut sesuai dengan apa yang telah dinazarkan maka wajib baginya untuk menunaikan atau melaksanakannya. Bagi siapa yang tidak menjalankan qurban nazar maka akanberdisa, karena nazar hukumnya wajib jika mengatas namakan Allah SWT.

 

Dalil yang wajibnya Menunaikan Nazar

Allah SWT. sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka.” (QS. Al Haji: 29)

 

Qurban Sunnah dan Nazar

Kediua qurban nazar dan sunnah snediri dapat dilakukan pada hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah, dan hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Perbedaannya adalah terletak pada hukum mengonsumsi daging kurbannya, sebagai berikut:

 

1.Sunnah Qurban

Daging hewan kurban dari berkurban ini selain dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, kerabat, juga bagi orang yang melakukan kurbannya diperbolehkan untuk mengonsumsi kurbannya.

Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada Anda (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. demikian Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur. (QS Al-Hajj ayat 36).

 

2.Kurban Nazar

Sementara dalam konsumsi daging qurban nazar, orang yang berkurban tidak boleh mengkonsumsi daging tersebut dan sepenuhnya harus dibagikan kepada orang lain, yakni kepada fakir miskin, tetangga, kerabat, saudara, dan lain-lain.

 

Keutamaan Berkurban Idul Adha

Mengagungkan Hari Tasyrik

Dalam hadis dari Abdullah bin Qurth, Rasulullah saw bersabda tentang sebuah keutamaan berkurban Idul Adha:

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban (Iduladha), kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan disahihkan Al-Albani. Al-A’dzami mengatakan di dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah bahwa sanadnya sahih).

Adapun yang dimaksud keutamaan berkurban Iduladha dengan hari al-qarr adalah tanggal 11 Dzulhijah berdasarkan keterangan Ibnu Khuzaimah bahwa Abu Bakar mengatakan: “Hari al-qarr adalah hari kedua setelah hari kurban.”

 

Hari Baik untuk Makan dan Minum

Hari Tasyrik juga disebut hari baik untuk makan dan minum. Keutamaan berkurban Iduladha di hari Tasyrik tertuang dalam hadis Rasulullah yang berbunyi:

“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

 

Baik untuk Memohon Kebaikan Dunia Akhirat

Setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat Allah SWT. Doa ini pula yang dibacakan Rasulullah SAW, ketika datang hari tasyrik. Dalam hadis keutamaan berkurban Iduladha yang diriwayatkan dari Annas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

“Bahwasanya doa yang paling banyak dibaca Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah rabbana aatinaa fi dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaabannaar.” (HR.Bukhori dan Muslim)

Dalam Lathoif Al-Ma’artif dijelaskan mengenai sebuah riwayat dari Kinanah Al Quraisy, bahwa ia mendengar Abu Musa Al As’ari ra berkhutbah di hari an-nahr (Iduladha) dan berkata:

“Pada tiga hari setelah an-nahr itulah yang disebut Allah Swt. sebagai ayyamul ma’dudat. Doa yang dipanjatkan di hari-hari tersebut tidak akan tertolak, maka berdoalah kamu semua dengan berharap kepada-Nya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *