10 Macam Puasa Sunnah yang Dianjurkan Lengkap

10 Macam Puasa Sunnah yang Dianjurkan Lengkap

Dalam Islam, puasa terbagi menjadi 2 yakni puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib meruakan puaa yang harus dilaksanakan sebagai umat Muslim yang telah memenuhi syarat ntuk berpuasa. Sedangkan puasa sunnah merupakan puasa yang boleh dilaksanakan dan boleh juga tidak.

Setiap macam puasa sunnah memiliki keutamaannya masing masing sehingga bagi siapa yang melaksanakannya akan mendapatkan ganjaran sebagaimana keutamaan dari puasa itu sendiri.

Quran surat Al Baqarah ayat 185 menyebutkan firman Allah SWT tentang perintah berpuasa.

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

 

10 Macam Puasa Sunnah 

Setidaknya ada 10 puasa sunnah yang wajib diketahui sebagai umat Muslim. Dan berikut beberapa jenis puasa sunnah.

 

1. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Rasulullah SAW menganjurkan berpuasa selama enam hari di bulan Syawal. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dan meneruskan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti ia berpuasa di sepanjang tahun.”

 

2. Puasa Arafah

Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Puasa hari Arafah itu menghapus dosa dua tahun, setahun silam dan setahun yang akan datang. Dan puasa Asyura itu menghapus dosa setahun sebelumnya.”

 

3. Puasa Tasu’a dan Asyura

Umat muslim dapat menunaikan puasa Tasu’a dan Asyura pada 9 dan 10 Muharram.

Ketentuan ini pun ada dalam hadis yang diriwayatkan Muslim. Ibnu Abbas bertutur, “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari itu, mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau begitu, tahun depan insya Allah kita berpuasa tanggal 9 (Muharram)’.”

 

4. Puasa Dzulhijjah

Tercatat dalam hadis riwayat Ahmad dan An Nasa’i, yang berasal dari Hafshah RA, dia menuturkan, “Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu: puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 hari bulan Dzulhijjah, puasa 3 hari setiap bulan, dan salat 2 rakaat sebelum sholat fajar (subuh).”

 

5. Puasa Tarwiyah

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.” (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

 

6. Memperbanyak Puasa di Bulan Muharram

Terdapat dalam hadis riwayat Muslim, Abu Daud, serta Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah fardhu adalah sholat malam.”

 

7. Memperbanyak Puasa di Bulan Syaban

Pada sebuah hadis riwayat Muslim dan Bukhari, Aisyah RA berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau SAW memperbanyak puasa di bulan-bulan lain, kecuali di bulan Syaban.”

 

8. Puasa Hari Senin dan Kamis

Rasulullah SAW menunaikan puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis, sebab ada keistimewaan di kedua hari ini.

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Daud, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya segala awal seluruh hamba dipaparkan pada hari Senin dan Kamis.”

 

9. Puasa Nabiyullah Dawud

Puasa sunnah seperti Nabi Daud dilaksanakan dengan selang seling, satu hari berpuasa dan satu hari berbuka. Puasa ini dicintai oleh Allah SWT.

Sebuah hadis riwayat Muslim, Nasa’i, serta Ibnu Majah menyebutkan, “Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari.”

 

10. Puasa Ayyamul Bidh

Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh adalah tiga hari berturut-turut dalam satu bulan, setiap tanggal 13, 14, dan 15 penanggalan Hijriyah.

Terdapat dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berpuasalah selama tiga hari pada setiap bulan, karena sesungguhnya kebaikan dikalikan sepuluh, sehingga puasa itu (3 hari) sama dengan puasa satu tahun penuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *