Surat Al Baqarah Ayat 183: Kewajiban Berpuasa

Surat Al Baqarah Ayat 183: Kewajiban Berpuasa

Surat Al Baqarah Ayat 183: Kewajiban Berpuasa

Dalam Islam, puasa ramadhan merupakan puasa yang wajib dilaksanakan, sehingga tidak heran jika puasa sebelum bulan ramadhan, seluruh umat Muslim sedunia akan melaksanakan ibadah satu bulan berikutnya.

Bagi umat Muslim, bulan ramadhan juga berkah, sebab setiap amal yang dilakukan setiap bulan ramadhan akan menjadi pahala yang berlipat ganda. 

Mengenai amalan di Bulan Ramadhan, pahalanya dilipatgandakan disebutkan dalam hadits berikut: 

Latin: Man Taqarraba fiihi bikhushlatin minal khairi kaana kaman adan fariidhotan fiima siwaahu, waman adan fiihi fariidhatan kaana kaman adan sab’iina fariidhotan fiima siwaah. 

Artinya: Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan satu kebaikan di bulan ramadhan maka pahalanya sama dengan pahala melakukan perbuatan yang fardhu (wajib) di luar bulan ramadhan. Dan barangsiapa melakukan satu perbuatan wajib di bulan Ramadhan maka pahalanya sama dengan 70 perbuatan wajib di luar bulan Ramadhan. 

Dalam setiap kejadian lain yang disebutkan: “Setiap amalan lipat yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku. sendiri yang akan membalasnya.Disebabkan dia telah meninggalkansyahwat dan makanan karena-Ku.(HR.Muslim).

Surat Al Baqarah Ayat 183: Kewajiban Berpuasa

Kewajiban untuk melaksanakan ibadah telah tercantum di dalam Surat Al Baqarah Ayat 183 yang bunyi

Artinya: “Wahai orang-orang yang percaya! Diwajibkan atas kamu di atas langit sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu bertakwa,” (Surat Al Baqarah Ayat 183)

 

Selain itu, pada Surat Al Baqarah Ayat 184, 185 dan 187 juga menjelaskan terkait puasa yang bunyi

Surat Al Baqarah Ayat 184

 

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak memutuskan), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak merencanakan itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan berbuat kebaikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

 

Surat Al Baqarah Ayat 185

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka kacaulah. Dan barangsiapa atau dalam perjalanan (dia tidak tidur sakit), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan, agar kamu bersyukur.”

 

Surat Al Baqarah Ayat 187

Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima untukbatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah dijelaskan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *