Tanda Amal yang Diterima Allah SWT

Tanda Amal yang Diterima Allah SWT

Setiap manusia diciptakan Allah hanya semata mata untuk beribadah kepadanya. Maka dari itu, Allah memerintahkan kita untuk selalu mengamalkan berbagai amal perbuatan yang baik .Allah berfirman dalam Q.S. Ad-Dzaariyat: 56, yang artinya, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

 

Tanda Amal yang Diterima Allah SWT

Lantas bagaimana cara kita untuk mengetahui apakah ibadah kita diterima oleh Allah.> berikut beberapa ciri ciri amal ibadah diterima oleh Allah SWT.

 

1. Ikhlas

Yang pertama ialah ikhlas. Beribadah dengan niat ikhlas tanpa mengharapkan imbalan dan pujian insyaallah semua amal ibadah kita diterima Allah. Dari ikhlasnya beribadah Allah melihat ketaatan kita sebagai hamba kepada sang maha pencipta. Dan terlihat bahwa kita beribadah hanya untuk mendapatkan keridhoan Allah. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Bayyinah: 5, “ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan penuh keikhlasan memurnikan ketaatan kepada-Nya …”

 

2. Terhindar dari sikap fahsya dan munkar

Fahsya perbuatan buruk yang datang dari syahwat kita, contoh: berkata kotor, suka ghibah, pornografi dan lain-lain. Sedangkan munkar merupakan perbuatan buruk yang muncul karena mengingkari hati, contoh: mencuri, menipu, korupsi dan lain-lain. Menghindari kedua sikap ini, menjadi salah satu tanda bahwa amal ibdah kita diterima Allah SWT. Makanya, Allah memerintahkan hambanya untuk selalu sholat dan membaca Al-Quran, karena ibadah itu yang membuat kita terhindar dari sikap tersebut. Seperti sabda Allah dalam Q.S.Al Ankabut ayat 45, “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

 

3. Mengajak pada kebaikan

Manusia bukanlah makhluk yamg sempurna, manusia juga pernah melakukan kesalahan baik itu disengaja ataupun tidak. Saling mengingatkan juga tugas seorang muslim terhadap muslim lain, mengingatkan sama saja dengan kita membantu orang lain untuk kembali kepada kebaikan. Seperti hadits yang diriwayatkan Muslim yang berbunyi, “Barangsiapa yang menunjukan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” Mendapatkan pahala membuktikan bahwa ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

 

4. Tidak terobsesi dengan dunia

Dalam Q.S.Al Qasas ayat 77, “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baik (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

Maka janganlah kamu terlalu terobsesi dengan kehidupan dunia sampai-sampai melupakan kehidupan akhirat. Ingat kehidupan dunia itu hanyalah sementara, sedangkan akhirat itu kekal.

 

5. Meningkatkan taqwa

Ciri-ciri lainnya ialah seseorang yang senantiasa selalu meningkatkan ketaqwaannya. Seperti memperbanyak ibadah dan sunnah-sunnah lainnya. contuh, sholat tahajud, witir, puasa senin-kamis, dan lain-lain. Semakin meningkatnya ketaqwaan kita kepada Allah, akan semakin besar peluang ibadah kita diterima oleh Allah.

 

6. Munculnya sifat baik dalam diri dan selalu intropeksi diri

Ciri yang terakhir, tumbuhnya sifat baik dan selalu intropeksi dirinya sendiri. Selalu membantu, menolong orang lain, bersedekah, dan lain-lain, menjadi timbulnya hal itu didalam diri kita. Selain itu, juga bisa intropeksi diri dan mau merubah menjadi lebih baik. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *